Legenda Brigade Gurkha – Pasukan Khusus Kerajaan Inggris | Pecinta Militer Pecinta Militer: Legenda Brigade Gurkha – Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Pecinta Militer

SUBSCRIBE FOR MORE VIDEOS

Saturday, 9 July 2016

Legenda Brigade Gurkha – Pasukan Khusus Kerajaan Inggris



Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Gurkha
Kehadiran Pasukan Gurkha dalam tubuh Angkatan Bersenjata Kerajaan Inggris diakui  telah lama memberikan sejarah gemilang serta mampu menumbuhkan kekaguman  tersendiri. Pasukan Gurkha adalah pasukan tempur spesial yang sangat diandalkan dan dibanggakan oleh Kerajaan Inggris. Ketangguhan, keberanian, semangat dan loyalitas mereka telah terbukti sejak dulu.
Tony Gould, seorang sejarawan Inggris , mendefinisikan esensi keberanian orang-orang Gurkha dari sudut pandang militer Inggris.
Menurutnya keberanian yang dimiliki orang-orang Gurkha bisa dikatakan spesial karena diperkuat dengan sikap pantang menyerah, semangat yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan mental baja, dan uniknya lagi, keberanian mereka di medan tempur justru tidak ditujukan untuk membela Inggris, tetapi ditujukan untuk membela sesama Gurkha yang ikut bertempur, mereka selalu saling mendukung. Jadi dalam pola pikir tentara Gurkha saat bertugas sebagai tentara Inggris, mereka hanya menganggapnya sebagai tugas yang harus dituntaskan. Mereka akan bertempur habis-habisan tanpa harus melibatkan rasa nasionalisme terhadap negara yang menjadi tuannya.
Kehadiran Gurkha dalam sebuah pertempuran biasanya mengundang perhatian dan aura tersendiri, karena keberanian dan keahlian prajurit Gurkha di medan tempur sudah sejak dulu dikenal.  Pasukan Gurkha diakui mempunyai efek penggentar yang tinggi dan mampu menciutkan nyali bagi musuh-musuhnya. Kehadirannya mampu menjatuhkan moral musuh. Apalagi dengan senjata andalan mereka,  Khukri, yang selalu terselip di pinggang mereka, lengkap sudah show of force Gurkha. Namun disisi lain,  Gurkha dikenal pula sebagai tentara yang ramah, periang dan suka bercanda, Jika bertemu anak-anak saat sedang bertugas, mereka tak segan-segan menyapa ataupun memberi sekedar permen atau makanan kecil lainnya.

Brigade Gurkha
Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris Gurkha
Gurkha
Kerajaan  Inggris merekrut personel Gurkha untuk  pasukan infanteri. Alasan bakat alami seperti daya tahan fisik yang sangat tangguh dan kuat berjalan ajuh dalam berbagai medan, merupakan pertimbangan utama. Kemampuan alami itu mereka peroleh berkat kebiasaan membawa beban berat naik-turun pegunungan Himalaya. Orang-orang Gurkha dikenal sebagai porter para pendaki gunung yang paling tangguh, jauh sebelum tentara Inggris mengenal mereka.
Karena yang dibutuhkan Inggris adalah pasukan Gurkha dengan banyak kemampuan, mereka pun kemudian terbagi dalam unit-unit berkemampuan khusus, misal dengan kemampuan airborne (Gurkha Parachute Units), kemampuan demolisi/ peledakan (The Queen’s Gurkha Engineer), komunikasi (The Queens Gurkha Signals), transportasi (The Gurkha Transpot Regiment) dan lain sebagainya. Berkat kemampuan khusus yg dimiliki prajurit Gurkha, dalam  setiap operasi tempur Gurkha biasanya bertugas bersama pasukan khusus Inggris, SAS.
Gurkha Parachute Units sudah terbentuk sejak lama dan memiliki 2 batalion.Yaitu 153 Gurkha Parachute Battalion dan 154 Gurkha Parachute Battalion. Sewaktu PD II unit ini digabungkan menjadi The 2nd Indian Airborne Division. Pasukan ini terlibat pertempuran seru melawan Jepang di kawasan Malaya. Selain kemampuan bertempur lewat udara, unit ini juga mempunyai kemampuan mencari jejak, medis, dukungan senjata, SAR, dan komando.Agar kemampuan Parachute Units tetap prima, mereka selalu mendapat latihan rutin.
Pasukan Gurkha yang berada dlm batalion teknik, komunikasi dan transpor merupakan pendukung bagi semua pasukan infanteri maupun airborne yang sedang bertugas. Dukungan tersebut  tak hanya mencakup unsur logistik, komunikasi dan pengangkut pasukan saja, tapi juga termasuk dukungan tempur.Di dalam setiap pertempuran, ketika pasukan infanteri dan airborne sudah masuk ke medan pertempuran, pasukan Gurkha lainnya siap memberikan dukungan berupa tembakan artileri, antitank dan antipesawat.
Hubungan yang erat dan akrab antara pasukan Inggris dan Gurkha sudah berjalan selama lebih dari seratus tahun. Gurkha sendiri menganggap militer Inggris sebagai sebuah keluarga besar.Demikian pula sebaliknya, tentara Inggris juga menaruh hormat yang terhadap prajurit dari pegunungan  Himalaya yang sangat loyal itu. Saat bertugas, hubungan akrab terlihat pada inisiatif tentara Inggris, khususnya para perwira yg mau belajar bahasa Gurkha, Hindi, atau lebih sering disebut Gurkhali. Sedangkan prajurit Gurkha juga berusaha keras untuk belajar etika dan kemampuan untuk berbahasa Inggris secara lancar.Kelancaran berbahasa Inggris, bisa membuat Gurkha cepat naik pangkat.
Sebagai pasukan tempur spesial andalan Kerajaan Inggris, Gurkha memiliki segudang kemampuan layaknya pasukan khusus.Karena berasal dari wilayah pegunungan, mereka menjadi andalan Inggris utk bertempur di hutan dan gunung.
Kendati sudah terbiasa menggunakan Khukri yg merupakan senjata tradisional mereka, tetapi saat pelatihan mereka tetap mendapatkan teknik penggunaan Khukri yang diajarkan oleh para senior. Teknik yang diajarkan adalah bagaimana memanfaatkan semaksimal mungkin senjata tersebut untuk  pertempuran jarak dekat satu lawan satu, senjata penyergap senyap dan pelatihan penggunaan Khukri pada bagian tubuh lawan yang paling mematikan. “When the ammunitions runs out we still use them,” kata seorang Gurkha di Macedonia seperti dikutip BBC News 20 September 1999.

Budaya Nepal dan agama yang mereka anut, percampuran antara Hindu dan Budha memberikan pengaruh dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan militer. Prajurit  Gurkha selalu mengadakan upacara keagamaan  setiap akan menjalankan tugas. Untuk upacara keagamaan, mereka bersikeras memintanya.Sebagai contoh, ketika Raja Nepal Birendra terbunuh dalam konflik oleh keluarga sendiri, seluruh pasukan Gurkha di Inggris mengadakan upacara untuk menunjukkan rasa duka dan cinta mereka kepada keluarga Raja dengan cara menaruh bunga di senjata masing-masing, bunga-bunga itu kemudian dikumpulkan melalui ritual tertentu.
Salah satu klausul yang disepakati dalam kesepakatan triparti antara Nepal, India dan Inggris itu adalah, prajurit Gurkha tidak dilibatkan dilibatkan dalam konflik internal, seperti misalnya di Kosovo.
Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Gurkha di Kosovo
 Pada 1999, AD Inggris menyalahi kesepakatan tersebut dengan mengirim lebih dari 700 prajurit Gurkha Nepal ke Kosovo yang sedang dilanda perang saudara.Sekitar 100 orang terlibat operasi berbahaya pembersihan ranjau. Sersan Balaram Rai (35) dan Letnan Gareth Evans tewas saat membersihkan ranjau NATO yang tidak meledak di sebuah sekolah di Pristina. Keduanya berasal dari 69th Gurkha Field Squadron, bagian dari 36th Engineer Regiment berpangkalan di Maidstone, Kent.
Selain mendapat protes soal pelanggaran perjanjian 1947, kejadian ini kemudian merembet kepada kesejahteraan yang pantas diterima prajurit Gurkha dari Pemerintah Inggris, seperti tunjangan kematian atau sekolah buat keluarga yg ditinggal dan hak pensiun.

Rekrutmen

Perekrutan calon prajurit Gurkha ditangani oleh British Gurkha Nepal (BGN)  yang bermarkas di Jawalakhel, Kathmandu, yang bertanggung jawab langsung kepada HQ, Land Command dipimpin oleh seorang perwira berpangkat kolonel yang biasanya juga menjabat sebagai atase pertahanan di Kedutaan Besar Inggris di Kathmandu. BGN bertanggung jawab atas semua urusan seorang prajurut Gurkha mulai dari  direkrut sampai memasuki masa pensiun. BGN memiliki 3 pusat pelatihan yaitu British Gurkhas Kathmandu, British Gurkhas Pokhara dan  British Gurkhas Itahari. Dari ketiga pusat pelatihan tersebut, British Gurkhas Pokhara yang terletak di Distrik barat sekitar 8 jam perjalanan dari Kathmandu merupakan koordinator proses rekrutmen, yang dalam proses rekrutmen tersebut dibantu oleh Galla Wallah, yang merupakan pensiunan Gurkha yang bertugas mencari calon-calon Gurkha terbaik dari desa ke desa mulai bulan Mei sampai September. Dalam waktu lima bulan tersebut, seorang Galla Wallah bisa merekrut sampai sekitar 100 orang calon, dan biasanya diutamakan yang mempunyai latar belakang keluarga yang pernah mengabdi sebagai Gurkha Regiment. Pada waktu yang telah ditentukan, biasanya awal musim semi, para calon akan mendatangi bukit-bukit yang ditentukan untuk menjalani hill selection, dan disana telah menunggu enam tim yang akan melakukan penyaringan test awal berdasarkan kesehatan, kemampuan baca tulis dan tes fisik dasar. Dari puluhan ribu calon yang datang, yang diambil hanya sekitar 800-900 orang. Bagi yang lulus, mereka akan disuruh untuk datang ke Pokhara untuk seleksi lanjutan. Bulan Desember sampai Januari, British Gurkha Pokhara (BGP) menyelenggarakan seleksi yang disebut Central Selection, dan ini merupakan test awal yang sesungguhnya, dimulai dari test kesehatan, kecakapan fisik dalam beberapa tahap yang sangat ketat. Tahap ini berlangsung selama 3 minggu. Semua kandidat harus lulus ujian bahasa Inggris; matematika. Fitness test meliputi tes ketahanan fisik naik gunung sambil memanggul beban seberat 70 pon, berlari sejauh 4,2 km di medan curam, sit up  dengan posisi tidur 45 derajat minimal 75x per menit,  initiative test dan final interview. Sedangkan tes kesehatan mencakup tes flu tulang, HIV/AIDS, Hepatitis B dan C.
Ujian akhir dalam central selection  adalah Doko Race, dilakukan sore hari di bukit di sebelah pusat pelatihan Pokhara, para kandidat harus berlari keatas bukit dengan memanggul beban batu seberat 35 Kg dalam sebuah doko (keranjang tradisional Nepal), setelah sampai atas, mereka harus berlari lagi ke bawah dan perjalanan bolak balik tersebut harus diselesaikan dalam waktu kurang dari 35 menit, test ini jauh lebih ketat dibanding test  masuk prajurit infantri reguler AD Inggris. Bagi yang lulus kemudian dibariskan untuk menjalani Attestation Parade, tiap kandidat menghadap ke arah foto Ratu Elizabeth II yang diletakkan diatas hamparan bendera Union Jack, dan memberikan hormat kepada Ratu dan menyentuhkan tangannya ke bendera Inggris sambil mengucap sumpah setia kepada Ratu dan Negara Inggris, dan setelah itu tiap kandidat diberi kesempatan untuk menemui keluarga mereka yang biasanya ikut menyertai ke Pokhara untuk salam perpisahan dan biasanya mengadakan upacara kecil sebelum mereka berangkat ke Inggris..
Pada 15 Agustus 1951-1971, Gurkha Training dipusatkan di Sungai Patani, Kedah, Malaysia. Bersamaan dengan berakhirnya Malaya Emergency dan Konfrontasi, pusat pelatihan Gurkha berpindah mengikuti kepindahan markas besar Gurkha ke Hongkong, di Sek-Kong. Dan ketika Hongkong diserahkan kembali ke RRC tahun 1994 Gurkha Training Wing ikut bergeser ke Church Crookham, tepatnya di Queen Elizabeth Barracks, Inggris, sebelum akhirnya Pada Desember 1999, pindah ke Helles Barracks, dan para kandidat yang baru tiba akan ditempatkan di salah satu dari dua wing, Wing A (Imphal) dan Wing B (Catterick) dan digolongkan sebagai SUT (Soldier Under Training). Setiap taruna ditunjuk masuk dalam seksi (regu) yang dipimpin oleh seorang Kopral yang juga seorang Gurkha. yang disebut Gurunji (guru), bagi tiap anggota seksi, Gurunji adalah ayah, sahabat, kakak dan sekaligus pemimpin. Gurunji menggunakan metode semi formal dalam menanamkan nilai dan ilmu kepada calon Gurkha. Tiap siswa akan diberikan pelajaran bahasa Inggris secara intesif dan dilakukan oleh Gurkha Language Wing selama 9 minggu, 3 minggu di kelas dan 6minggu berselang seling dengan silabi militer.

Silabi Militer

Untuk pelatihan kecakapan prajurit, AD Inggris merasa cukup dengan memberikan CIC (Combat Infantryman Course) yang sama dengan prajurit reguler AD Inggris. Pendidikan selama 37 minggu tersebut fokus pada pengembangan kemampuan fisik dan tempur. Materi yang diajarkan mulai dari taktik serang level seksi, patroli, pertahanan, FIBUA (Fighting In Built Up Areas) termasuk materi pertempuran jarak dekat, dan diakhiri dengan 5 hari latihan kecakapan menggunakan senjata level seksi, mulai dari senapan serbu L85A2, senapan mesin regu L86A2, senapan mesin FN MAG/L7, granat dan mortir 60 mm. Ujian akhir dilaksanakan dalam mock-up serangan dengan manuver level peleton guna memastikan setiap prajurit Gurkha mampu menunjukkan kemampuan tempur individu yang bersinergi dengan kerjasama tim yang baik.

Silabi Sosial

Gunanya memperkenalkan kepada Gurkha tentang segala aspek kehidupan dan budaya Inggris, dengan lama waktu 2 minggu. Materi ini dibagi dalam 3 tahap :
1.      Pahilo Kadam, arti harafiahnya yaitu Langkah Pertama. Tiap siswa diajar mengenal area sekitar Caterrick, jalan, rute, alat transportasi umum yang bisa dipergunakan, mengunjungi kota tetangga yaitu Richmond dan Darlington, dilakukan secara berkelompok dengan pakaian rapi, biasanya memakai jas dan dasi.
2.      Doshro Kadam, atau Langkah Kedua, meliputi perjalanan ke sekeliling kota, tiap siswa diwajibkan melakukan percakapan dengan penduduk setempat dengan menggunakan bahasa Inggris yang telah diajarkan oleh GLW. Gurunji juga harus ikut menemani untuk menjelaskan semaksimal mungkin dan menumbuhkan rasa percaya diri.
3.      Teshro Kadam, atau Langkah Ketiga, semua siswa diharapkan mempunyai rasa percaya diri dan bisa dilepas di Inggris. Latihan ini meliputi kunjungan ke London, Buckingham Palace, Houses of Parliement, Tower of London, Museum Madame Tussauds, London Dungeon dan Musium Ilmu Pengetahuan untuk mendapatkan pengetahuan mengenai sistem pemerintahan, sejarah dan tata kotanya.


KeK     Kelulusan

Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Gurkha
Setelah menjalani berbagai pendidikan dan latihan, mereka dinyatakan lulus. Kelulusan tersebut ditandai denagn tradisi parade pelepasan (passing out parade) dan peragaan keterampilan. Bagi prajurit berotak encer dan nilai diatas rata-rata berpotensi untuk mengikuti dua tahap seleksi lagi utk bisa bergabung dalam Queen’s Gurkha Signals, Queen’s Gurkha Engineers atau Queen’s Gurkha Logistic Regiment untuk menjadi seorang spesialis.. 

Sekilas Tentang Sejarah Gurkha

Seorang penulis yang bernama W.B.  Northy dalam bukunya Land of the Gurkhas, menyebutkan bahwa  asal usul orang Nepal adalah orang Mongolia yang bermigrasi melintasi pegunungan Himalaya, tetapu pengaruh Mongol kelihatannya tidak dominan, dilihat dari berbagai macam dialek dan bahasa yng digunakan di Nepal. Bahasa yang pertama adalah Munda, yang merupakan bahasa Austro-Asiatik, bahasa yang digunakan oleh nenek moyang orang India utara. Bahasa yang kedua yaitu Tibeto-Burman, bahasa yang digunakan oleh Tibet dan Burma (Myanmar) dan diperkirakan masih ada hubungannya dengan China, bahasa yang terakhir yaitu Indo-Arya (disebut juga Gurkhali, Nepali, Khaskura dan Parbatya), yang merupakan turunan langsung dari bahasa Sansekerta dan masih digunakan di India Utara dan Tengah. Dari ketiga bahasa tersebut, dialek terakhir adalah dialek yang dianggap paling umum dan menjadi bahasa negara. Hal yang umum di Nepal untuk menguasai dua bahasa Tibeto-Burman dan Gurkhali sekaligus.
Jumlah sub-suku di Nepal sangat banyak, sub-suku yang utama adalah Thakur, Chetri, Newars, Gurung, Magar, Limbu, Rai, Sunwar dan Tamang. Mayoritas beragama Hindu dan mengenal sistim kasta, tidak semua suku memiliki kasta yang sama. Suku Thakur merupakan kasta ksatria dan merupakan keturunan darah biru Sahi (pemimpin klan) menurunkan raja-raja Nepal, orang Thakur memiliki sifat pintar dan ahli dalam taktik militer, sehingga banyak yang direkrut menjadi prajurit Gurkha oleh Kerajaan Inggris. Suku lain yang tidak kalah tangguh yaitu suku Chetri, percampuran tipe Mongol dan Arya, juga terkenal sebagai pejuang yang tangguh, sehingga direkrut  sebagai Gurkha oleh Kerajaan Nepal. Sementara itu, sub-suku Magar dan Gurung dengan ciri Mongolnya yang dominan adalah sub suku mayoritas yang dipekerjakan oleh Gurkha India

Raja Prithvi Narayan Shah, Sang Pemersatu Nepal

Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Prithvi Narayan Shah
Merupakan seorang raja yang berhasil menyatukan Nepal dalam satu kerajaan, Raja Prithvi menggantikan ayahnya, yaitu Raja Narah Bhupal Shah sebagai Maharaja Goorkha, satu dari 22 kerajaan kecil pecahan Dinasti Malla. Raja Prithvi melihat bahwa Raja Jaya Prakash Malla yang menguasai Kathmandu , Raja Tej Narsingh Malla yang menguasai Patan dan Raja Ranjit Malla yang menguasai Bhaktapur selalu berperang satu sama lain, sehingga kondisi internal kerajaan mereka melemah. Raja Prithvi Narayan Shah yang naik tahta pada Tahun 1743 merencanakan perang untuk merebut kerajaan-kerajaan kecil tersebut sehngga akhirnya berhasil menguasai seluruh Nepal. Perang pertama dimulai dengan menaklukkan Nuwakot yang terletak diantara Kathmandu dan Goorkha pada tahun 1744.
Prithvi Narayan Shah sendiri sebenarnya tidak mempunyai banyak harta untuk menyewa para prajurit bayaran dan terlatih dari negara lain, tetapi ia percaya jika para pria yang tinnggal di perbukitan di sekitar wilayahnya punya modal dasar untuk menjadi prajurit tangguh dan loyal dengan kekuatan fisik yang mereka miliki, walaupun mayoritas dari mereka adalah petani dan peternak tanpa pengalaman tempur. Setelah segala persiapannya dirasakan cukup, pada tahun 1756 Raja Prithvi melakukan blokade atas Kuti Pass yang memutus jalur perdagangan dengan Tibet dan otomatis memutus akses Nepal dengan dunia luar dan memotong sumber dana dana perang yang diperlukan, sehingga melemahkan kekuatan ekonomi dan militer, kemudian Raja Prithvi memimpin ribuan prajurit Goorkha yang telah dia rekrut, latih dan persenjatai  menaklukkan Kirtipur, kota terpenting kedua setelah Kantipur. Raja Jaya Prakash Malla meminta bantuan dari British East India Company (EIC), yang kemudian karena menganggap remeh lawan, hanya mengirimkan kontingen kecil dibawah pimpinan Kapten  Kinloch pada tahun 1767, dan diluar dugaan, Kapten Kinloch menghadapi pasukan Goorkha yang telah kenyang pengalaman tempur dan berhasil ditumpas di Sindhuli.
Pada 25 September 1768, setelah berhasil menyingkirkan Inggris, Raja Prithvi memimpin pasukan Goorkha memasuki Kantipur, saat memasuki gerbang kota, rakyat sedang merayakan festival Indrajatra, sebuah singgasana diletakkan dihalaman istana, Raja Prithvi kemudian duduk di singgasana tersebut dan dielu-elukan sebagai sang pembebas. Sedangkan Raja Jaya Prakash Malla melarikan diri ke Patan mencari perlindungan, tetapu beberapa minggu  kemudian Patan juga jatuh. Raja Jaya Prakash Malla serta Raja Tej Narsingh Malla akhirnya lari ke Bhaktapur, yang dalam waktu beberapa bulan kemudian juga berhasil diduduki oleh Raja Prithvi Narayan Shah, dan ketiga raja terakhir dari Dinasti Malla akhirnya dieksekusi. Tahun 1769 Raja Prithvi Narayan Shah berhasil mempersatukan lembah Nepal dibawah kekuasaannya, dan ketika ia wafat pada tahun 1771, ia mewariskan sebuah kerajaan yang besar dan pasukan Gurkha yang gagah berani.

Negara-Negara Pengguna Prajurit Gurkha

Inggris
Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Gurkha Inggris
Gurkha War / Perang Gurkha (1814 -1816) , merupakan perang yang mengawali keterlibatan Gurkha dengan Militer Inggris di kemudian hari. Dalam peperangan tersebut Gurkha berperang melawan tentara British East India Company. Gurkha War atau dikenal dengan Anglo-Nepalese War adalah perang antara Inggris Raya yang berjumlah sekitar 34.000 personel melawan sekitar 12.000 orang  pasukan Nepal yang dipimpin oleh Balbhadra Singh Thapa. Dalam perang itu, tentara Inggris sangat terkesan melihat Gurkha yang begitu berani dan tangguh. Pimpinan British East India Company , David Ochterlony dan politisi William Fraser sangat terkesan dan ingin membentuk pasukan yang beranggotakan Gurkha.  Bahkan saat pertempuran masih berlangsung tahun 1815, David Ochterlony  telah membuat pasukan non reguler yang dinamakan Resimen Nasiri dengan anggota beberapa suku dari pegunungan Himalaya yang mendukung Inggris, Resimen tersebut unjuk gigi pertama kali pada pertempuran di Malaun di bawah pimpinan Letnan Lawtie. Pasukan Nasiri ini kelak kemudian hari menjadi pasukan 1st  King George’s Own Gurkha Rifles
Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Gurkha Resimen Nasiri
Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Gurkha
Di lain pihak, William Fraser dibantu oleh Letnan Frederick Young juga membentuk Batalion Sirmoor dan Batalion Kumaon, yang kemudian berturut-turut menjadi 2nd King Edward VII’s Own Gurkha Rifles dan 3rd Queen Alexandra’s Own Gurkha Rifles. Setelah berhasil mengalahkan Gurkha dengan tidak mudah, Inggris berhasil memaksakan perjanjian damai yang ditanda tangani di Sugauli tanggal 4 Maret 1816 dan membuat Nepal menjadi negara protektorat Inggris.

Keinginan Inggris untuk membentuk pasukan Gurkha terwujud, atas seizin Perdana Menteri Shree Jung Bahadur Rana, Pendiri Nepal modern, Gurkha memperkuat pasukan Inggris pada 1816 dibawah British East Indian Company sebelum akhirnya langsung dibawah kendali Kerajaan Inggris.
Setelah Inggris meninggalkan India, Gurkha tetap menjadi elemen kekuatan British-Indian, baik sebagai perwira maupun prajurit. Karena percampuran genetik selama berabad-abad banyak dari orang Thakur/Rajput di Nepal terlihat seperti orang Mongol daripada orang India. Sementara banyak dari Indo-Tibetan-Mongolian Gurkhas mungkin memiliki darah Rajput seperti terlihat dari penggunaan nama Thapa.
Dalam perkembangan selanjutnya, di bawah hukum internasional status Gurkha mengalami penyempurnaan, mereka tidak lagi disebut tentara bayaran (mercenaries). Mereka menjadi bagian integral dari AD Inggris dan beroperasi dalam unit berseragam dari Brigade of Gurkha. Beberapa bagian dari aturan ini jg diterapkan terhadap Gurkha AD India.
British Army juga merekrut Gurkha yang memenuhi syarat untuk ditugaskan sebagai pasukan perdamaian, Gurkha Contingent.

Brunei Darussalam



Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Gurkha Brunei Darussalam

Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Gurkha Brunei Darussalam

Brunei sebagai salah satu negara persemakmuran Inggris yang mendapatkan kemerdekaannya pada 1 Januari 1984 mendapatkan warisan sekitar 2.000 orang pasukan Gurkha yang merupakan veteran dari AD Inggris. Pasukan Gurkha tersebut tergabung dalam The Gurkha Reserve Unit yang bertugas menjaga Sultan Brunei, Keluarga Kerajaan dan kilang minyak. Selain pasukan penjaga tersebut, Brunei juga mendapatkan dua Batalyon Royal Gurkha Rifles dan Queen’s Gurkha Signal yang dinamakan Brunei Signal Troop.


Singapura

Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Gurkha Singapura
Eksistensi Gurkha di Singapura sudah sangat lama, bahkan sebelum Singapura mendapatkan kemerdekaannya. The Gurkha Contingent dibentuk pada 9 April 1949 sebagai bagian dari Singapore Police Force, angotanya merupakan seleksi dari anggota eks. AD Inggris. Dalam setiap even besar di Singapura, apalagi jika dihadiri oleh Perdana Menteri atau pejabat lainnya, hampir bisa dipastikan bahwa para prajurit Gurkha akan ikut menjaga.
Prajurit Gurkha di Singapura tetap dianggap sebagai orang luar, sebelum mengabdi selama minimal enam tahun, mereka tidak diijinkan membawa anak istri ke Singapura, dan setelah diijinkan membawa anak istri ke Singapura, anak dan istrinya tersebut tidak diijinkan mencari pekerjaan di Singapura, hanya boleh bersekolah saja. Dan anak mereka hanya diijinkan tinggal sampai usia mereka 21 tahun, jika melanggar, mereka bisa dipenjara oleh pihak imigrasi. Prajurit Gurkha juga tidak diijinkan menikah dengan warganegara Singapura.
Pasukan Gurkha yang bertugas di Singapura adalah The Gurkha Contingent dengan jumlah sekitar 2.000 personel. Mereka tidak hanya bertugas sebagai Special Guard bagi para tokoh penting pemerintahan Singapura dan obyek-obyek vital, tetapi juga dikembangkan menjadi pasukan anti teroris.

India

Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Gurkha India
India mendapatkan pasukan Gurkha warisan dari Inggris. Nepal sebagai negara asal prajurit  tersebut. Setidaknya ada enam resimen yang diserahkan ke India pada saat India merdeka tahun 1947, yaitu 1st, 3rd, 4th, 5th, 8th dan 9 th Gurkha Rifles, kemudian India membentuk resimen tersendiri dan dinamakan 11th Gorkha Rifles.  Nama Gorkha dipakai untuk menggantikan nama Gurkha pada tahun 1949. India mendapatkan pasukan India dari dua tempat,yaitu dari dalam negeri India sendiri, yaitu orang-orang Gurkha yang sudah lama menetap dan mendapat kewarganegaraan India, dan merekrut langsung dari Nepal.
Sampai sekarang, Gurkha masih menjadi bagian dari militer India, dan jumlahnya mencapai lebih dari 42.000 orang. Mereka turut ambil bagian saat India berperang dengan Pakistan dan China. Pasukan Gurkha India juga disewakan untuk melatih pasukan dari negara lain, misal melatih tentara Timor Leste.

Malaysia

Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Gurkha Malaysian
Masa keemasan Gurkha di Malaysia terjadi pada masa Malayan Emergency dan Konfrontasi Malaysia-Indonesia, setelah itu, pasukan Gurkha ditarik bersamaan dengan ditariknya pasukan Inggris dari Malaysia, tetapi ada sebagian Gurkha yang pindah kewarganegaraan dan masuk dalam Militer Malaysia, misalnya menjadi angota Royal Ranger Regiment.
Selain itu banyak pasukan Gurkha bekerja sebagai penjaga keamanan pribadi dan tempat-tempat seperti Mall ataupun apartemen, bahkan keluarga kerajaan ada yang mempekerjakan pasukan Gurkha sebagai pengawal pribadi.

Khukri, Senjata Tradisional Gurkha

Legenda Brigade Gurkha - Pasukan Khusus Kerajaan Inggris
Khukri / Khukuri
Orang Nepal menyebutnya Khukuri atau Khukri, dan seorang Gurkha tidak lengkap tanpa Khukri. Khukri memiliki pengaruh dari Kopi, pedang klasik Yunani  dan Machira, pedang kavaleri yang dipergunakan oleh pasukan Alexander Agung dalam penaklukannya d India abad 4 SM, pengaruh ini kelihatan pada mata pisau yang kecil pada pangkal kemudian melebar sampai ujungnya. Tidak ada ukuran standar untuk Khukri, dari seukuran pisau sampai seukuran pedang, tetapi walaupun demikian,bentuknya relatif sama. Punggung khukri yang tumpul dibuat melengkung, dan bagian dalam  yang tajam memiliki sudut yang ekstrim, kelebihan desain seperti ini akan memberikan titik berat pada punggung pisau, sehingga saat diayunkan ke sasaran akan meluncur lebih cepat dan bertenaga, sehingga khukri sangat efektif digunakan untuk menebas, dan ini merupakan serangan yang diandalkan Gurkha, menebas kepala, yang disebut Chinnu atau memenggal.
Khukri juga sanggup memotong batang pohon berdiameter 15 cm dalam sekali tebasan cepat. Bilah pisaunya sendiri lumayan berat, rata-rata beratnya 500 gram, dan gagangnya juga dari kayu tebal dan berat sehingga bisa diandalkan untuk memukul (pummeling) yang sanggup meremukkan tulang atau tengkorak.
Ciri khas khukri yang lain yaitu adanya cerukan berbentuk bulan sabit pada pangkal bilah yang menghadap keluar, ceruksn ini bisa berfungsi untuk mencegah darah korban mengalir sampai gagang pisau yang akan mengakibatkan licin, juga dalam penggunaan praktis, cerukan ini berfungsi untuk mengunci serangan senjata lawan. Saat mata pedang lawan dikunci dengan cerukan,satu gerakan mengayun kebawah dapat menjatuhkan pedang lawan jika lawan tidak sempat mengantisipasi hal itu. Cerukan ini juga digunakan untuk membuat luka di jari seorang Gurkha, memberi minumkhukri dengan darah sebelum disarungkan kembali.
Pembuatan khukri secara tradisional tidak beda jauh dengan pembuatan keris di Indonesia , dengan adanya unsur seorang empu yang disebut Bishwakarmas atau Kamis, yang harus menjalankan berbagai ritual dan puasa sebelum melakukan khukuris, atau proses pembuatan khukri. Bahkan pembuatan sarungnya  yang bernama Dap , terbuat dari kulit, hanya ada satu klan yang diakui pandai membuatnya, yaitu Saarkis.
Tidak banyak desa yang mampu membuat khukri, khukri yang bagus berasal dari Bhoipur, Chainpur, Dhankuta dan Dharan di sebelah timur, atau Salyan dan Piuthan di sebelah barat. Sekarang, sebagian besar khukri dibuat di Dharan. Dalam satu set khukri, biasanya terdapat dua miniatur khukri, yang satu tajam dan satu tumpul. Yang tajam disebut Karda yang berfungsi untuk mengasah khukri dan memotong tali pusar saat proses kelahiran bayi, sedangkan yang tumpul disebut Chakmak, berfungsi untuk membantu menyalakan api dengan cara digesekkan pada batu api.
Seorang prajurit Gurkha biasanya memiliki dua set khukri, yang satu digunakan untuk keperluan sehari-hari, termasuk untuk bertempur, yang satu lagi sebagai alat upacara.

(Sumber : en.wikipedia.org, Majalah Angkasa Edisi Koleksi serta beberapa sumber lainnya)
Like the Post? Share with your Friends:-

Pecinta Militer
Posted By: Pecinta Militer

0 comments:

POST A COMMENT

Contact Us

Name

Email *

Message *

 

Histats

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Flag Country

Free counters!
Copyright © . PecintaMiliter. All Rights Reserved.
Designed by :- Pecinta Militer |